biografi guru ngaji ku
Assalamualaikum wr wb.pekenalkan nama saya Gusti hamzah saya dulu tinggal di gg jambu air tepat di jalan apel saya dulu di besarkan dan di rawat oleh kedua orang tua saya saya di waktu kecil belum kenal namanya al qur’an atau pun iqra’ tetapi dahulu saya pernah menghafal surah ar rahman yang tetapi makhraj huruf yang saya bacakan masih berantakka. Saya bisa menghafal karena dahulu saya sering mendengaran lantunan surah ar rahman di hp kk saya. Di saat saya tidurpun saya selalu mendengarkan bahkan di saat saya bersantai santi pun saya mendengarkan makanya saya jadi hafal walaupun masih belum betul huruf bacaan saya. Keesokan harinya saya di tawar kan oleh kedua orang tua saya untuk di suruh mengaji dengan guru ngaji saya,awalnya dahulu guru saya datang kerumah dan di waktu itu pulak saya belum mengenali guru ngaji pertama saya. Terus saya untuk di suruh mengaji dan awal dari itu saya masih terbata bata untuk menyebutkan huruf yang ada di buku iqra’ tersebut. Saya dan kakak abang saya pun ikut mengaji pada saat itu abang saya sudah lanjut ke al qur’an besar dan saya masih dengan iqra’ dan dengan guru itu pun saya tidak pernah naik ke alqur’an besar karena saya dulu masih malas untuk mengaji. di dalam pikiran saya itu terus utuk bermain dan bermain.
Jika saya tidak mengaji saya akan di pukul dengan rotan apalah yang ada di depan mata kedua orang tua saya itu yang di gunakan untuk memukul saya jika saya tidak mengaji. Saya berpikir jika saya terus menurus kayak gini maka saya tidak bisa bermain dengan teman-teman saya. Akhirnya saya berinisiatif untuk kabur jika ada guru ngaji saya datang kerumah dan itu saya tidak berani untuk setiap hari kabur di saat guru ngaji saya datang kerumah. saya kasik jelang waktu 1 hari mengaji dan satu harinya tidak mengaji agar tidak di jurigai dengan orang tua saya dan guru ngaji saya. Makanya sampai saya beranjak ke dewasa sikit maksudnya beranjak menjadi kanak kanak saya masih belum beranjak untuk ke al qur’an besar. Akhirnya guru mengaji saya pun tidak pernah datang lagi kerumah dan saya pun tidak tahu alasannya kenapa yang penting saya merdeka untuk tidak mengaji lagi sampai-sampai saya tidak di larang lagi untuk bermain sama teman-teman saya.
Keesokan harinya di pagi yang begitu cerah tenang dan tentram saya di suruh kedua orang tua saya datang kerumah guru mengaji saya yang kedua kalinya dan ini saya juga untuk masih bermalas malasan untuk mengaji sampai-sampai saya di paksa mengaji agar saya bisa untuk membaca alqur’an. Itulah kenapa kedua orang tua saya untuk paksa saya agar bisa mengaji karena di saat saya beranjak dewasa nantik supaya saya bisa mengajar adik-adik saya. Saya akan memperkenalkan guru mengaji saya di gg saya yang kedua kalinya. guru saya yang bernama Mak Ros bukan Mak Ros yang biasa di film upin ipin saya memanggil dengan guru ngaji saya Mak Ros. Mak Ros adalah seorang guru ngaji di gg saya yaitu di gg jambu air. Beliau merupakan seorang pengajar di gg saya tersebut. Beliau sudah mengajar di gg saya kurang lebih 11 atau 12 tahun sampai sampai mungkin sekarng beliau masih mengajar.Selama beberapa tahun mengajar, beliau tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menyerah dalam memberikan pemberdayaan ilmu agama kepada murid muridnya . Meskipun beliau sudah berstatus janda dan banyak pekerjaan, beliau tetap bisa membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaannya sebagai guru. Bukan hanya sebagai guru pengajian saja, tetapi beliau juga merupakan seorang majelis hadrah atau pengajian di gg saya.
Merosotnya moral anak anak zaman sekarang membuat beliau tidak pernah menyerah dalam berdakwah. Beliau selalu menanamkan ilmu adab kepada anak muridnya agar memiliki akhlak yang baik ketika berada di lingkungan masyarakat. Beliau juga berharap anak muridnya dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan berharap suatu saat nanti anak muridnya menjadi orang yang berguna di masa yang akan datang.
Menurut beliau merosotnya moral anak zaman sekarang disebabkan kurangnya penanaman nilai agama dari orang tuanya, di zaman sekarang orang tua hanya memfokuskan anak anaknya pada ilmu umum saja, banyak dari orang tua zaman sekarang yang tidak memperdulikan pengetahuan soal agama pada anaknya ,sehingga wajar banyak anak anak zaman sekarang yang berani melawan orang tuanya sendiri dan bahkan melawan gurunya disekolah. Itulah mengapa beliau tidak pernah menyerah untuk mengubah perilaku anak anak yang ia didik, karena khawatir dengan keadaan mereka nanti di masa depan. Selama menjadi guru ngaji beliau tidak pernah digaji tapi terkadang ada yang memberikan uang kepada beliau sebagai wujud rasa terima kasih murid kepada beliau. Beliau tidak masalah meskipun tidak digaji karena beliau walau pun janda di tinggal oleh suaminya namun bisa bertahan hidup dengan keluarganya tanpa meminta dan mengemis dijalanan.Menurut beliau yang terpenting ketika ia mengajar suatu ilmu adalah dapat bermanfaat manfaat dan mendapatkan amal jariyah di akhirat kelak.
Guru saya selalu berdoa untuk diberikan kekuatan dalam memberikan pengajaran kepada murid muridnya. Bahkan terkadang beliau meminta guru saya untuk mendoakannya agar selalu diberikan keistiqomahan. Harapan beliau kepada murid muruid nya ketika sudah sukses atau sibuk dengan pekerjaannya yaitu tidak pernah melupakan ibadah dan tidak pernah melupakan kedua orang tua dan guru gurunya, karena dari doa dan ridho dari merekalah yang membuat kalian menjadi sukses. Semangat beliau juga ternyata tertanam pada beberapa muridnya.